Home » » Keindahan Alam Tersembunyi Air Terjun Barong Dan Air Terjun Bengkok, Sentul, Bogor.

Keindahan Alam Tersembunyi Air Terjun Barong Dan Air Terjun Bengkok, Sentul, Bogor.

Written By Backpankers on Selasa, 30 September 2014 | 09.37







Mungkin nama Air Terjun Barong dan Air Terjun Bengkok masih asing di telinga masyarakat umum, karena tempat ini memang masih terbilang tersembunyi dan tak banyak orang yang mengetahuinya. Air terjun Barong yang terletak di wilayah Karang Tengah 6, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat merupakan tempat wisata yang tidak begitu jauh dari kota Jakarta dan menawarkan sejuta pesona alam yang sangat luar biasa.

Tanggal 07 Sept 2014, Pukul 09.00 WIB, gw mencoba mengajak teman-teman dari Backpacker Jakarta untuk berwisata ke Air Terjun Barong dengan menggunakan sepeda motor masing-masing dan saling berboncengan, berkumpul di Cibinong City Mall (Carefour), di samping pintu masuk parkiran motor/mobil. Beberapa teman sudah datang dan menunggu di lokasi meeting point, sementara gw menunggu 2 orang lainnya yang datang menggunakan kereta api dan turun di stasiun Bojong Gede.

Tak lama kemudian 2 orang yang gw tunggu sudah tiba di stasiun Bojong Gede, dan langsung menuju ke lokasi meeting point untuk menghampiri beberapa teman yang sudah menunggu sedari tadi, bermula 15 orang yang ikut namun pada hari H hanya 7 orang saja, karena kurangnya motor terpaksa salah satu motor harus di isi dengan 3 orang.

Pukul 09.30 WIB, karena waktu sudah hampir siang sementara perjalanan harus di tempuh 1 jam, kami memutuskan untuk berangkat ke lokasi melalui jalur Sentul. Di pertengahan jalan kami menghentikan motor di sebuah Rumah Makan Padang untuk membeli nasi sebagai makan siang di lokasi Air Terjun Barong.

Setelah bekal yang kami butuhkan sudah siap, kami melanjutkan perjalanan kembali, dengan melewati pintu gerbang Jungle Land, kami lurus terus menanjak mengikuti jalan yang disuguhkan dengan pemandangan alam yang begitu asri dan disertai dengan hembusan angin yang sejuk, membuat tubuh ini menjadi segar.




Tak berapa lama melewati jembatan kayu dengan trek jalanan yang menurun ke bawah dan harus mengurangi kecepatan untuk berhati-hati, setelah itu perjalanan lanjut naik menanjak keatas melewati bukit-bukit, setelah melewati wilayah Karang tengah 2, jalanan sudah mulai offroad (rusak), dengan meliuk-liuk layaknya ular untuk menghindari jalanan yang berlubang dengan trek yang naik turun seolah sedang bermain di wahana dunia fantasi.

Pukul 11.00 WIB, kami tiba di rumah Pak RT yang bernama Pak Neneng yang rumahnya juga di jadikan sebagai Posyandu Karang Tengah 6 untuk memarkirkan motor, sedikit istirahat untuk meluruskan badan yang sangat lelah karena perjalanan yang sangat luar biasa dan penuh tantangan.

Karena waktu sudah siang, kami langsung melanjutkan trekking dengan berjalan kaki melewati perumahan warga setempat dan kandang kambing, di lokasi ini terdapat 3 air tejun yang berbeda tempat, kami memutuskan untuk meluncur ke Air Terjun Barong yang berada di atas dengan menempuh 1 jam berjalan kaki.

Trek pertama yang kami lewati adalah areal persawahan dengan pemandangan alam yang sangat luar biasa meskipun saat itu cuaca panas menghujam badan kami, yang kemudian menaiki bukit dengan jalan setapak yang sudah di bentuk oleh warga setempat dan melewati areal perkebunan menanjak keatas lalu menurun ke bawah melewati areal persawahan kembali.

Tak lama kemudian kami melewati arus aliran air yang sangat jernih, mungkin ini lah satu-satunya air terjun dengan air yang sangat jernih yang pernah saya kunjungi. Setelah melewati arus aliran air kami berjalan di atas bebatuan dan sesekali kami harus memanjat bebatuan yang begitu besar, trekking yang luar biasa dengan medan yang sangat menantang dan memacu adrenalin.




Saling bahu membahu untuk mencapai ke lokasi yang kami inginkan, sesekali kami beristirahat sebentar karena kelelahan sambil menikmati panorama alam sekitar yang diringi alunan suara aliran air yang melintas, tak sabar rasanya ingin menceburkan diri ke air tapi lokasi yang dituju belum juga sampai.

Setelah mengembalikan energi yang terkuras selama trekking, kami melanjutkan perjalanan kembali untuk tiba di lokasi dengan cepat dan segera bermain air di tempat yang dituju. Dengan kesabaran tingkat dewa setelah trekking dengan medan yang sangat edan akhirnya kami tiba di Air Terjun Barong, perasaan senang pun menghampiri di wajah kami masing-masing.

Pukul 12.30 WIB, karena waktu yang sudah siang sementara perut pun sudah lapar, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sambil duduk diatas bebatuan yang besar di bawah teriknya sinar matahari yang menghujam tubuh kami masing-masing.

Setelah kenyang, kami semua langsung menceburkan diri di kolam Air Terjun Barong yang tidak begitu dalam dengan air yang sangat dingin, di lokasi ini tidak ada orang satupun selain kami, layaknya berenang di Air Terjun pribadi dengan nuansa panorama alam yang begitu indah, sepi dan air yang sangat segar mengalir melewati tubuh kami.

Sebenarnya di lokasi ini masih terdapat lagi Air Terjun jika mau memanjat keatas, karena trekking ke lokasinya sangat curam kami memutuskan hanya bermain di kolam ini saja sambil merelaksasikan diri di alam liar yang tersembunyi. Dan tak lupa mengabadikan tempat ini dengan mengambil beberapa photo, karena banyak spot-spot yang sangat bagus.





Pukul 14.00 WIB, puas bermain di lokasi Air Tejun Barong, kami melanjutkan trekking ke bawah ke lokasi Air Terjun Bengkok dengan melewat jalur trekking yang kami lalui sebelumnya, karena aksesnya memang 1 jalur saja dengan menempuh perjalanan 1,5 jam untuk ke Air Terjun Bengkok dari Air Terjun Barong.

Setelah menuruni bukit yang kami lewati, langsung melewati arus aliran air dan juga melewati bebatuan yang sesekali harus memanjat bebatuan yang besar, akhirnya kami sampai juga di Air Terjun Bengkok, sebuah air terjun yang menjadi primadona yang di apit oleh tebing-tebing tinggi di kanan kiri dengan aliran air terjun mini yang begitu derasnya mengalir menghujam ke kolam.

Di Air Terjun Bengkok ini bentuknya sangat berbeda dengan Air Terjun Barong, di lokasi ini space nya tidak begitu luas dan hanya menampung 10 orang, sebuah tempat yang sangat bagus dan tenang untuk merelaksasikan diri dari penatnya kehidupan ibukota setelah melewati aktifitas sehari-hari.

Setelah beristirahat karena lelahnya trekking dari Air Terjun Barong, kami langsung menceburkan diri di kolam alami dengan air yang sangat jernih dan alunan gemuruh air yang turun menghujam ke kolam, kedalaman kolam ini kurang lebih 1 meter namun jika mendekati jatuhnya air terjun kedalaman air kurang lebih 2 – 2,5 meter.

Kebetulan saat kami kesana sedang ada beberapa orang yang juga mengunjungi Air Terjun bengkok dan gw mencoba memanjat di bebatuan samping air terjun, karena ada seutas tali tambang entah siapa yang membuat, dengan menarik tali tersebut untuk melawan arus aliran air dan memijakkan kaki di tebing bebatuan akhirnya gw berhasil memanjat keatas yang kemudian gw langsung melompat ke kolam, seolah-olah gw merasakan sensasi yang sangat luar biasa saat melompat sambil berteriak kencang di antara apitan tebing-tebing kanan kiri.





Pukul 16.30 WIB, Tak terasa waktu sudah mulai sore, sang mentari pun sudah mulai mau tergelincir, pertanda di mulainya pergantian waktu dari terang ke gelap. Kami langsung membereskan semua perlengkapan dan trekking untuk kembali ke parkiran motor dengan menempuh perjalanan 30 menit dari Air Terjun Bengkok ke rumah Pak Neneng.

Sesampainya di rumah Pak Neneng, kami semua menumpang mandi untuk membilas diri setelah seharian bermain air, setelah semuanya beres, kami meminta ijin untuk pulang dan tak lupa untuk membayar parkir motor seikhlasnya sebesar Rp. 30.000 untuk 3 motor.

Pukul 17.30 WIB, kami langsung meluncur pulang untuk menghindari kegelapan yang akan melanda, karena di wilayah tersebut belum di fasilitasi penerangan jalan oleh pemda setempat, karena perut yang sudah lapar setelah seharian bermain air, gw mengajak teman-teman untuk mampir ke Pemda untuk berwisata kuliner makan malam sambil menikmati suasana malam di wilayah Pemda yang memang banyak pedagang-pedagang yang menjual makanan dengan harga yang masih terjangkau dan juga banyak pilihan.

Pukul 19.30 WIB, selesai makan sambil beristirahat sejenak di Pemda, kami memisahkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing dengan kondisi tubuh yang super lelah, dan tak lupa gw mengantar 2 orang teman ke stasiun Bojong Gede untuk naik kereta.

















How To Get There ??

Jika Anda dari Jakarta menggunakan mobil masuk tol jurusan Bogor lalu keluar di pintu tol Sentul, arahkan mobil anda ke arah Sirkuit Sentul lalu belok kanan lurus terus sampai ketemu pertigaan Gedung SCC, anda belok kiri lurus terus ikutin jalan sampai ketemu Gerbang Depan Jungle Land, dari Gerbang Jungle Land, anda lurus terus naik menanjak ke wilayah Karang Tengah 6, sampai ketemu pertigaan, kalau ke kanan ke arah Pemandian Air Panas Gunung Pancar, anda belok kiri lurus terus sampai ketemu jembatan kayu masih lurus terus ikutin jalan utama sampai ketemu Masjid berwarna biru di kiri jalan lalu 200 meter ke depan ada sebuah warung, anda belok kanan (Posyandu rumah pak RT) lalu parkirkan kendaraan anda di rumah Pak RT dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 20 - 35 menit menuju Leuwi Hejo dan Curug Barong dengan beda jalur. Tiket masuk Rp.10.000 dan uang parkir motor Rp.5.000, saya menyarankan untuk membawa motor melalui jalur Jl. Raya Bogor (Cibinong), lalu belok kiri di lampu merah Sentul, sebab saat memasuki wilayah Karang Tengah 6 jalanan masih rusak (offroad),

SELAMAT BERLIBUR
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Backpankers
Copyright © 2014. Backpankers - All Rights Reserved
Template Created by Backpankers Published by Backpankers