Home » » Air Terjun Mini Leuwi Priok: Surga Tersembunyi Di Kawasan Sentul, Bogor.

Air Terjun Mini Leuwi Priok: Surga Tersembunyi Di Kawasan Sentul, Bogor.

Written By Backpankers on Senin, 01 September 2014 | 01.20







Bermula mendapatkan info tentang ada nya air terjun mini Leuwi Hejo di kawasan sentul, bogor. Gw menjadi penasaran untuk mendatangi lokasi tersebut dengan berbekal sedikit info yang gw dapat, dan kebetulan sedang ada teman dari Italy dan Puerto Rico yang mau berkunjung ke rumah jadi sekalian aja gw ajak mereka untuk mengunjungi tempat tersebut, kebetulan mereka habis dari Bali dan Jogjakarta lalu ke Jakarta.

Tanggal 12 Agustus 2014, Pukul 12.30 WIB, gw langsung meluncur ke stasiun Bojong Gede untuk menjemput mereka, sementara mereka sudah meluncur dengan mengunakan kereta api dari Kalibata tempat mereka bermalam di wilayah Jakarta, banyak kereta yang ke arah bogor tapi mereka belum muncul juga.

Cemas dan kawatir menghinggap di kepala gw, takutnya mereka nyasar karena salah naik jurusan kereta, gw coba kirim SMS untuk menanyakan posisi mereka dan Felicia menginfokan kalau sempat terjebak macet di jalanan setelah check out dari hotel dengan menggunakan taksi menuju stasiun untuk naik kereta dan posisi sudah di dalam kereta meluncur ke Bogor.

Gw langsung bales SMS Felicia untuk turun di stasiun Bojong Gede bukan di Bogor, tak lama kemudian gw mendengar info dari KAI kalau di stasiun Citayam jalur kereta ke Bogor sedang terjadi gangguan.....oh my god....udah nungguin sendirian ber jam-jam di stasiun Bojong Gede tapi terjadi gangguan di Citayam, terpaksa deh harus menahan kesabaran tingkat dewa mana cuaca sedang panas pula.

Pukul 14.00 WIB, akhirnya mereka sampai di stasiun Bojong Gede, Felicia langsung ngabarin gw lewat SMS, kalau dia sudah sampai dan menunggu di pintu keluar yang ke arah Gaperi, gw langsung menghampiri mereka dengan meminta ijin ke petugas kereta untuk masuk ke dalam stasiun, dan akhirnya gw bertemu dengan mereka dengan membawa barang yang begitu banyak udah kayak orang mau pindahan.




Tanpa membuang waktu lagi, gw langsung mengajak mereka ke rumah yang letaknya tidak begitu jauh, berjalan sedikit ke pintu keluar, gw langsung ngambil motor di parkiran, Felicia naik di motor gw sementara Rafael naik ojek. 5 menit berjalan akhirnya kami sampai juga di rumah, Felicia dan Rafael langsung menaruh barang sambil ngobrol-ngobrol dan istirahat sebentar.

Pukul 15.00 WIB, kondisi cuaca udah gelap tanda mau turun hujan, karena gw udah janji mau mengajak mereka ke air terjun mini Leuwi Hejo, akhirnya gw coba cari 1 motor lagi untuk mereka bawa, tapi sayang tukang ojek di depan gang rumah ga mau nyewain motornya, terpaksa deh gw balik lagi ke rumah dan bilang ke mereka kalau kita akan naik motor bertiga.

Mereka ga masalah 1 motor bertiga, setelah keduanya ganti pakaian, gw langsung nyalain motor, Felicia langsung duduk di belakang gw dan Rafael duduk di belakang Felicia, gw langsung nge-gas motor meluncur ke lokasi melalui jalur Sentul, di tengah perjalanan wilayah Pemda turun hujan gerimis, Felicia membisikkan kuping gw untuk cancel karena cuaca yang hujan, tapi tetap gw melanjutkan perjalanan.

Setelah melewati lampu merah Pemda, kondisi tidak hujan dan perjalanan tetap di lanjutkan, setelah melewati Sirkuit Sentul ada beberapa jalanan yang rusak parah, dengan sabar dan meliuk-liuk kayak ular, akhirnya jalan yang rusak itu mudah di lalui, setelah melewati gedung SCC, gw ngambil trek lurus dan memasuki Perumahan Elite Sentul ambil trek lurus dan di perempatan (putaran) gw belok kiri ke arah Jungle Land.




Setiba nya di gerbang Jungle Land, motor gw belokin ke arah kanan nanjak ke atas, karena gw belum tau lokasi tempatnya, gw nanya-nanya ke warga sekitar, ternyata warga sekitar tidak mengenal dengan Leuwi Hejo, mereka tahu nya Leuwi Depok, akhirnya gw minta diantar sama warga dan si Rafael naik ke motor warga setempat yang nganterin, karena trek yang menanjak, ga akan mungkin kuat 1 motor bertiga.

Pukul 16.30 WIB, akhirnya kami tiba di lokasi Karang Tengah 2, Wangun Depok. Motor gw parkirin di rumah warga, salah seorang warga setempat mengantarkan kami ke lokasi, mereka menyebut tempat tersebut Leuwi Priok, untuk ke lokasi harus trekking selama 45 menit dengan jalan setapak naik turun bukit memasuki hutan, beberapa jalan sudah di semen selanjutnya jalanan yang bertanah campur bebatuan dan melewati jembatan dari bambu yang sudah di buat oleh warga setempat.

Saat itu kondisi Felicia kakinya sedang cedera karena waktu di Jogjakarta terjadi kecelakaan jatuh dari motor, gw kawatir juga melihat kondisi si Felicia dengan berjalan pincang, sedikit-sedikit harus menunggu Felicia, karena situasi sudah sore tidak ada waktu buat istirahat dan harus tiba di lokasi sebelum gelap datang.

Dengan trek yang lumayan menantang dan penuh kesabaran, akhirnya kami tiba di lokasi Leuwi Priok, dan ternyata ini bukan tempat yang gw cari karena bentuknya yang berbeda, meskipun nyasar dan salah tempat akhirnya gw menemukan surga yang tersembunyi di wilayah Sentul, tempat ini masih jarang di kunjungi oleh orang-orang. Di lokasi ini tidak ada tiket masuk alias Gratis, hanya kasih uang sukarela ke warga tempat memarkirkan motor.





Tanpa membuang waktu lagi, gw langsung berenang di tempat tersebut, menurut warga yang mengantarkan kami ke lokasi kedalaman air 2,5 meter, air tersebut merupakan aliran air dari air terjun Cikujang, karena bentuk aliran air nya seperti air terjun maka gw menyebutnya air terjun mini. Di lokasi ini ada beberapa air terjun, puncak air terjun berada di atas dan membutuhkan waktu 2 jam perjalanan

Felicia dan Rafael hanya menikmati panorama alam yang masih asri dan sejuk di areal tersebut, sementara gw asik berenang sendirian di tempat tersebut dengan air yang sangat jernih dan dingin, berkali-kali gw ajakin untuk masuk ke kolam, mereka tetap tidak mau karena air yang sangat dingin dan juga waktu yang sudah sore, di lokasi ini juga bisa buat kemping, karena waktu sudah mau gelap di tambah lagi sudah mau hujan, kami memutuskan untuk pulang.

Pukul 17.30 WIB, Trekking pulang melalui jalur yang berbeda dan sempat merasakan kegelapan saat menapaki jalan setapak yang membelah hutan, selama 45 menit trekking akhirnya kami sampai di rumah warga tempat gw memarkirkan motor, Felicia dan Rafael tak sabar mau kembali ke rumah, karena sudah merasakan kelelahan di perjalanan.

Akhirnya gw langsung memutuskan untuk langsung pulang tanpa beristirahat dahulu di rumah warga tersebut, sesampainya di jalan aspal, Felicia langsung naik di motor gw dan Rafael naik di motor tukang ojek, di pertengahan jalan hujan turun dengan derasnya, terpaksa motor gw belokin di warung nasi padang untuk neduh sambil makan malam bersama.

Selesai makan, kondisi cuaca masih hujan dengan deras, kami tetap menunggu sampai hujan reda, 1 jam menunggu hujan pun berhenti dan kami melanjutkan perjalanan, tukang ojek hanya mau mengantar sampai pintu gerbang Jungle Land, di depan gerbang tersebut Rafael pindah ke motor gw dan kami melanjutkan perjalanan pulang dengan 1 motor bertiga.

Di tengah-tengah perjalanan menuju pulan hujan kembali turun dengan derasnya, terpaksa kami menghentikan perjalanan untuk neduh sampai hujan reda, 10 menit menunggu hujan sudah reda, kami melanjutkan perjalanan lagi dengan trek jalanan yang rusak dan tergenang air. Setelah melewati kolong jembatan tol sentul, hujan kembali turun dengan derasnya, kami berhenti di sebuah warung sambil minum wedang jahe untuk menunggu hujan reda kembali.

Tak berapa lama hujan berhenti, kami melanjutkan perjalanan kembali, sesampainya di wilayah pemda, gw mengajak Felicia dan Rafael untuk menikmati Tutut (keong sawah), selesai makan kami melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, karena Rafael sudah merasa lelah, di tambah lagi besok pagi harus berangkat ke Dermaga Muara Angke untuk berkunjung ke Pulau Pari.

How To Get There ??

Jika Anda dari Jakarta menggunakan mobil masuk tol jurusan Bogor lalu keluar di pintu tol Sentul, arahkan mobil anda ke arah Sirkuit Sentul lalu belok kanan lurus terus sampai ketemu pertigaan Gedung SCC, anda belok kiri lurus terus ikutin jalan sampai ketemu Gerbang Depan Jungle Land, dari Gerbang Jungle Land, anda lurus terus naik menanjak ke wilayah Karang Tengah 2 (Wangun Depok), sampai ketemu pertigaan, kalau ke kanan ke arah Pemandian Air Panas Gunung Pancar, anda belok kiri lurus terus sampai ketemu jembatan kayu masih lurus terus, nanti ada pertigaan lagi, anda belok kiri akan ada plang "Wisata Alam Air Terjun Cikujang", parkirkan kendaraan anda di depan warung dan di lanjutkan dengan berjalan kaki selama 30 - 45 menit. Lokasi ini tidak ada tiket masuk (gratis) karena belum ada yang mengelolah, anda hanya mengeluarkan uang untuk beli bensin dan juga membayar uang parkir kepada warga sebesar Rp.10.000 atau Rp.20.000

SELAMAT BERLIBUR
Share this article :

+ komentar + 6 komentar

1 September 2014 07.44

Kerenzzz brooo, ;)

1 September 2014 14.22

Maen ke sungai kalo gak berenang emang gak afdol sih..kenapa gak mau mereka mandi?

1 September 2014 23.42

ayo frida...mampir ke tempat tsb, hehehe

1 September 2014 23.43

bener tuh bro....mereka ga mau berenang karena faktor cuaca waktu itu kondisi hujan dan sampai disana sudah terlalu sore hari

19 September 2014 19.04

Hallo bro, bisa minta kontaknya, ane dari banjarmasin kebetulan ane tgl 20 mau ke jkt ngurus whv (working holiday visa) bakalan lama di jkt, sekalian bantuin temen bikin eco villages di halimun, sapa tau kita bisa ngebolang bareng.cheers

21 September 2014 20.50

di halaman depan (homepage) udah ada kontaknya bro (paling bawah sebelah kiri) scroll aje

Posting Komentar

 
Support : Backpankers
Copyright © 2014. Backpankers - All Rights Reserved
Template Created by Backpankers Published by Backpankers